Reverse Reader

Puisi, Motivasi, Review, dan lainnya..

Pages



The power of kepepet..
Sebuah rangkaian kata singkat yang menggema sekian tahun yang lalu yang kemudian menjadi bahasa semakin banyak digunakan. Inti sebenarnya adalah saat mendekati deadline dari sebuah tugas maka saat itu semua upaya akan dilakukan agar tugas itu selesai, entah hasilnya maksimal atau tidak itu menjadi urusan belakang. 
Dalam urusan organisasi (khususnya kemahasiswaan), istilah tersebut lebih banyak dipakai. Pada umumnya tekanan-tekanan menjelang deadline yang datang dari berbagai penjuru membangkitkan ide-ide yang dipaksa untuk segera keluar dengan cepat. Sebagian hasil kerja dari kegiatan ini adalah hasil maksimal (jika ternyata ide yang keluar tersebut tepat dan sesuai dengan  keadaan) dan sedangkan sebagian lainnya malah berujung pada acara atau tugas yang dianggap gagal.
Apa setiap orang yang merasa terintimidasi bisa menghasilkan ide atau pekerjaan yang maksimal? tentu tidak. Karena setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda dan terbatas.
Kita tahu bahwa ketika tugas diberikan (yang mempunyai deadline yang cukup lama), hal tersebut menjadi sebuah hal yang penting dan harus dikerjakan. Tetapi untuk beberapa hal kita menempatkannya pada posisi penting dan dikerjakan “nanti”. Dengan beberapa kali hal ini kita lakukan maka akan menjadi kebiasaan yang berakhir pada penundaan. 
Procrastination.. Kecenderungan untuk menempatkan hal yang penting menjadi urusan akhir, mendahulukan yang kurang penting, atau kita sebut saja menunda-nunda pekerjaan. 
Apa dampaknya? Pekerjaan jelas terhambat, beberapa argumen mentah tak terbantah dikeluarkan, emosi yang meningkat, profesionalisme tercoreng.
Profesionalisme? Ada apa dengan profesionalisme?
Sesunggah dalam berorganisasi, kita dituntut untuk menjadi orang yang bisa menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja. Apa saja bagian profesionalisme itu adalah integritas, tanggung jawab, disiplin, dsb. Apalagi sebagai organisasi yang menangani cukup banyak orang tentu hal ini sangat diperlukan. Sebagai contoh , Bagaimana jika ketika data yang sudah diberikan deadline masih tetap belum terkumpul walaupun sudah diberikan keringanan selama beberapa hari? Jelas, sekali akan menghambat pekerjaan lain yang tentu masih membutuhkan konsentrasi yang lebih.
Contoh lainnya, untuk organisasi yang menangani cukup banyak orang tersebut, biasanya menggunakan media sosial untuk mensosialisasikan berbagai macam hal berkenaan dengan kegiatan yang harus dilakukan peserta. Tapi masih saja ada yang menunggu dan menggunakan masa liburan untuk benar-benar berlibur. Padahal, para peserta pasti membutuhkan info-info penting yang didapat dari organisasi tersebut, perlu mengajukan pertanyaan dan memberikan dorongan semangat. 
Dan ketika diajukan pertanyaan kepada pihak yang berwenang atas tugas tersebut berbagai macam alasan akan kita terima yang dianggap bisa membenarkan kegiatan yang dilakukannya. Apa salahnya sebagai organisasi yang memberikan pelayanan kepada banyak orang pekerjaan dilakukan benar-benar dengan kesadaran dan keihlasan, tanpa harus menunggu perintah dan tekanan-tekanan dari luar. 
So.. What’s the point? 
Intinya adalah dalam bekerja walaupun pekerjaan itu adalah pekerjaan yang sederhana, kita tidak boleh meremehkan atau menomor sekiankan pekerjaan tersebut. Kerjakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Bukan menunggu untuk menjawab.

0 Responses so far.

Post a Comment

    About Me

    My Photo
    Imran_ran
    i am imran, i am a boy whom still trying to reveal the real me. I am an undergraduate student of STAN, my specialization is Tax Administration. Now, i have to fight my self and try to find suggestions that can make my mind free and release from this illness..
    View my complete profile

    Followers

    Total Pageviews